Pages

Minggu, 11 Oktober 2015

Tolong Izinkan Saya Berzina dengan Anak Bapak


Suatu hari sepasang muda-mudi akan pergi untukberjalan-jalan. Setibanya pemuda di rumah orang tua sang gadis untuk menjemputnya.

Gadis: Masuk dulu ya, bertemu sama ayah

Pemuda : Boleh kah?

Gadis: Masuk saja, saya bersiap-siap dulu.

Masuklah sang pemuda melalui pintu utama. Pintu yang siap terbuka mengelu-elukan kedatangan si pemuda.
Pemuda : Assalamualaikum.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kisah Saudagar Kaya & Tukang Kayu

Alkisah, ada seorang saudagar kaya raya yang menulis sebuah wasiat. Dan isi surat tersebut berisikan  :
 “Barangsiapa yang dapat menjaganya di dalam kubur setelah beliau mati nanti akan diwariskan padanya separuh dari harta warisannya.”
Lalu ditanya pada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur. Lantas anak-anaknya menjawab, “Mana mungkin kami sanggup menemani ayah yang sudah wafat.”
Selang keesokan harinya dikumpulkan semua saudara kandungnya dan beliau berkata “Wahai adik-adikku sekalian, adakah dari kalian yang sanggup menjagaku setelah aku mati nanti di dalam kubur selama 40 hari, yang di dalamnya akan kuhias indah seperti kamar yang mewah. Dan aku juga akan memberi setengah daripada hartaku pada siapa di antara kalian yang sanggup bersamaku.”

Selasa, 28 Juli 2015

The Deer And The Sea Snail





A long time ago in a jungle in Aru Islands, Maluku, lived a group of deer. They were very proud of their ability in running very fast. They always stayed in different places. They challenged other animals in a running match. If the deer won the match, they took over the place and stayed there. Not far from the jungle, there was a beautiful beach.

Jumat, 19 Juni 2015

Jihadu Nafs

Dalam Madarijus Salikin karyanya, Al-Imam Syamsuddin ibn Qayyim Al-Jauziyah, menggolongkan jihad berdasarkan “lawan yang harus dihadapi”. Ia antara lain beliau sebut jihadun nafs, jihadusy syaitan, jihadu ahlil ma’ashi wal bida’, dan jihadu ahli kufri wasy syirki.

Jihadun nafs yang bermakna jihad terhadap diri adalah bagian yang mendasar dan pokok dari pembagian jihad oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah ini. Beliau membaginya kedalam lima hal. Kelima butir jihad terhadap diri ini meliputi: mengimani petunujuk Allah dan agama kebenaran, mengilmuinya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan bersabar dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Kamis, 18 Juni 2015

Rasulullah Sebaik-baik Insan


Puncak dari kesemua orang shalih adalah para nabi dan rasul Allah. Dan puncak tertinggi lapis-lapis keberkahan dari semua puncak itu adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Maka sungguh, tentang diri Rasulullah adalah sebiak-baik kisah, seindah -indah cermin, semulia-mulia jalan, dan semurni-murni teladan. Maka sungguh, pada diri Rasulullah ada sebening-bening hati, sejernih-jernih jiwa, sedalam-dalam ilmu, dan setepat-tepat fahaman.
Maka sunggung, dalam tindak Rasulullah ada seikhlas-ikhlas niat, seihsan-ihsan amal, seteguh-teguh prinsip, dan sejelas-jelas ikutan. Maka sunggung, ditiap langkah Rasulullah ada seagung-agung akhlaq, seluhur-luhur budi, segenap-genap syukur, dan seutuh-utuh sabar.

Maka, Ya Allah.....


Maka semua ulama sepakat bahwa bagian terbesar dari kandungan Al-Qur’an adalah kisah. Ialah kisah yang menjadi penjelasan bagi kita tentang jalan yang lurus. Kisah yang menjadi petunjuk bagi kita untuk meniti jalan yang lempeng. Kisah yang menjadi pembeda bagi kita untuk memisahkan jalan yang shahih dari jalan sesat. Kisah yang menjadi kabar gembira dan peringatan untuk teguh dijalan. Kisah yang menjadi cahaya ketika mata batin kita terkaburkan debu yang hinggap di jalan kebenaran. Kisah yang menjadi penyembuh luka-luka kala hati kita dirancah duri dijalan kebajikan.

Maka, ya Allah, susurkan dan susulkan kami dijalan mereka yang Kau limpahi cinta; dalam sempit mauapun lapangnya, senyum dan juga lukanya. Maka, ya Allah, walau tak kau kayakan kami seberlimpah Sulaiman; karuniai kamu syukur dan tawadhu’nya. Yang hormati semut serta burung hud-hud.

Rabu, 17 Juni 2015

Kisah Tukang Cukur yang Tak Percaya Tuhan



Alkisah ada seorang pemuda datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambutnya. Si tukang cukur mulai memotong rambut pemuda tersebut dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa bapak berkata begitu ?” tanya sang pemuda.